← Semua artikel

Berapa biaya pembuatan website perusahaan di Indonesia?

Pertanyaan ini hampir selalu dijawab dengan “tergantung”, dan itu benar, tapi tidak membantu. Jadi mari dibuat spesifik.

Rentang yang ada di pasar

Di Indonesia, pembuatan website perusahaan secara umum jatuh di tiga lapis. Template siap pakai dengan sedikit penyesuaian ada di bawah Rp2,5 juta. Website yang dirancang khusus, beberapa halaman, biasanya berada di kisaran Rp8 juta sampai Rp25 juta. Di atas itu masuk ke toko online, sistem pemesanan, atau integrasi dengan sistem lain yang sudah berjalan.

Ketiganya bukan versi murah dan mahal dari barang yang sama. Yang dibeli memang berbeda. Template membeli tampilan. Rancangan khusus membeli struktur yang disusun untuk bisnis tertentu. Lapis ketiga membeli sistem, bukan halaman.

Apa yang sebenarnya menentukan harga

Jumlah halaman hanya satu faktor, dan sering bukan yang terbesar. Yang lebih menentukan:

  • Berapa banyak tata letak yang benar-benar berbeda, bukan berapa banyak URL
  • Apakah kontennya perlu bisa diubah sendiri lewat CMS
  • Apakah ada formulir yang menyimpan data, bukan sekadar mengirim email
  • Apakah situsnya perlu dua bahasa
  • Apakah teks dan foto sudah tersedia

Satu situs sepuluh halaman dengan tiga tata letak berulang lebih murah daripada situs empat halaman yang setiap halamannya dirancang terpisah. Ini sering mengejutkan, dan ini juga alasan kenapa penawaran yang dihitung per halaman hampir selalu meleset.

Kenapa harga per komponen lebih jujur daripada paket

Paket memaksa satu bisnis membayar hal yang tidak dipakainya, supaya bisnis lain yang memakainya ikut tertutup. Perinciannya disembunyikan, jadi tidak ada cara untuk tahu bagian mana yang bisa dilepas.

Harga per komponen membalik itu. Setiap kebutuhan dirinci, setiap baris punya angkanya sendiri, dan yang tidak dibutuhkan tinggal dihapus dari penawaran. Hasilnya satu total yang sama, tapi dengan rincian yang bisa diperiksa dan dipotong.

Biaya yang muncul setelah peluncuran

Yang sering terlewat dari perbandingan harga adalah biaya setelahnya. Domain dan hosting berjalan setiap tahun. Pembaruan keamanan berjalan selama situsnya hidup. Situs yang dibangun di atas tumpukan plugin menumpuk biaya perawatan yang tidak terlihat di penawaran awal.

Situs statis yang dibangun dengan benar hampir tidak punya biaya perawatan di luar hosting, karena tidak ada yang perlu diperbarui agar tetap aman. Itu perbedaan yang baru terasa di tahun kedua.

Membandingkan dua penawaran

Kalau sedang membandingkan, tiga pertanyaan ini biasanya cukup membedakan:

  • Berapa tata letak berbeda yang termasuk, bukan berapa halaman
  • Siapa yang memiliki domain, hosting, dan kode setelah selesai
  • Berapa biaya tahunan setelah tahun pertama

Rincian komponen dan harganya ada di halaman layanan website, dan kalau masih bingung bentuk mana yang dibutuhkan, tulisan ini membandingkan ketiganya.