Google Ads untuk bisnis B2B di Indonesia: kapan masuk akal, kapan tidak
Google Ads bekerja dengan cara yang sederhana: membeli perhatian orang yang sudah mencari. Itu membuatnya sangat cocok untuk sebagian bisnis, dan pemborosan untuk sebagian lainnya. Perbedaannya bisa diperkirakan sebelum rupiah pertama dibelanjakan.
Kapan masuk akal
Iklan pencarian cocok ketika tiga hal benar sekaligus.
Orang memang mencarinya. Mesin pompa industri dicari. Jasa yang belum dikenal namanya tidak. Kalau tidak ada yang mengetikkan kebutuhan itu ke Google, tidak ada perhatian untuk dibeli, dan anggarannya lebih tepat ke tempat lain.
Nilai satu pelanggan cukup besar. Ini yang paling menentukan. Kalau satu pelanggan bernilai Rp500.000 dan satu klik berharga Rp5.000, dibutuhkan satu konversi dari setiap seratus klik hanya untuk balik modal. Kalau satu pelanggan bernilai Rp50 juta, satu konversi dari seribu klik sudah sangat menguntungkan. B2B biasanya ada di sisi kedua, dan itulah alasan iklan sering masuk akal di sana meski biaya kliknya mahal.
Ada yang menjawab. Prospek B2B datang sebagai permintaan penawaran, bukan pembelian. Kalau tidak ada orang yang membalas dalam hitungan jam, iklan hanya membayar untuk prospek yang mendingin.
Kapan sebaiknya menunggu
Beberapa situasi yang membuat iklan hampir pasti rugi:
- Situsnya belum bisa meyakinkan. Iklan mengirim orang ke halaman; kalau halamannya tidak menjawab, yang dibeli hanya kunjungan.
- Belum ada cara mengukur konversi. Tanpa pelacakan, yang terlihat hanya klik, dan klik bukan hasil.
- Anggarannya terlalu kecil untuk belajar. Di bawah sekitar Rp2,5 juta per bulan, datanya terlalu sedikit untuk tahu kata kunci mana yang bekerja, dan pengelolaannya jadi menebak.
Angka yang perlu dihitung lebih dulu
Dua angka, dan keduanya berasal dari bisnisnya sendiri, bukan dari Google.
Nilai rata-rata satu pelanggan, dihitung untuk seluruh hubungan, bukan satu transaksi pertama. Dan berapa banyak permintaan penawaran yang biasanya menjadi pelanggan.
Dari dua angka itu bisa dihitung berapa biaya maksimum per permintaan penawaran yang masih masuk akal. Tanpa keduanya, pengelolaan iklan hanya mengejar klik yang murah, yang bukan tujuannya.
Kenapa butuh waktu sebelum bisa dinilai
Kampanye baru menghabiskan beberapa minggu pertama untuk mengumpulkan data pada kata kunci yang belum terbukti. Menilai hasilnya di minggu kedua sama dengan menilai panen di minggu kedua. Karena itu pengelolaan iklan kami berjalan dalam periode 90 hari, bukan bulanan: periode yang lebih pendek memaksa penilaian sebelum datanya cukup untuk dinilai.
Kalau situsnya yang masih jadi hambatan, itu urusan yang berbeda dan dibahas di halaman layanan website.